TAK DIANGGAP
TAK DIANGGAP
TAK DIANGGAP
Aku ada, begitu pula dengan Kau
Aku hidup, begitu pula dengan Kau
Aku terlahir, begitu pula dengan Kau (meski
aku mendahuluimu)
Aku dan Kau
Ingatkah kau akan masa lalu
Beberan kenangan pun menjadi satu
Namun
Waktu semakin berlalu
Dan memory hanyalah angin lalu
Jiwa pun tak lagi padu
Memang bersanding dekat Kau dan aku
Beratap satu, beralas satu
Namun
Merengkuhmu itu terlampau jauh untukku
Terkadang aku berpikir, apa sebab itu?? Apa
masalah itu?? Apa rasamu??
Itu semua terpikir olehku,
dan akan hanya kudapatkan jawabannya dari
bibirmu
Namun
Berdecap padaku sedikitpun Kau tak mau
Jangankan secercah decapan, sekedar menatapku
saja tak pernah aku tahu
Hanya sebatas sindiran yang melukaiku cukup
mampu
*‘lek lanang iku mesti Mas” begitu ucapmu..
tak faham apa maksudmu
Tapi ungkapan itu terekam jelas ditelingaku
Aku bingung... Aku sendu... Aku rindu
Namun, mungkin Tidak untukmu
Dan kini, yang Aku tahu
Semakin Aku mendekat, semakin Kau menjauh
Semakin Aku lembut, semakin Kau kasar
Semakin Aku berusaha, semakin Kau menghindar
Penat hatiku, penat sukmaku
CUKUP
Kali ini yang Aku tahu, Aku selalu sangat
menyayangimu
Karena Aku...
KAKAKMU
*artinya: “kalau laki-laki itu Kakak”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar