![]() |
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
TAHUN AJARAN 2013 / 2014
Laporan
Observasi Kesulitan Belajar Siswa
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi
Perkembangan
Dosen
Pembimbing:
Muallifah,
S.Psi. M.A
Oleh:
ADIBATUL
UNTSI (12330023)
16
Maret 2014
Kata
Pengantar
Puji syukur kami ucapkan atas rahmat dan
berkah Tuhan Yang Maha Kuasa, karena telah memberikan kemudahan dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan Psikologi Perkembangan, yang
bertujuan untuk mengetahui kesulitan dan pemahaman siswa terhadap mata
pelajaran matematika.
Adapun laporan ini
kami susun guna
memenuhi persyaratan nilai tugas
akhir semester dalam mata kuliah
Psikologi Perkembangan di
Fakultas Psikologi Universitas
Sumatera Utara.
Dalam laporan ini kami membahas hasil
observasi kami terkait dengan kesulitan belajar siswa jenjang sekolah dasar dan
sekolah menengah pertama.
Terima
kasih kami ucapkan kepada
dosen pembimbing karena
telah memberikan kami
tugas sehingga menambah
pengetahuan kami mengenai hal di
atas .
Kami selaku penyusun sadar akan
ketidaksempurnaan dan kekurangan dalam laporan ini baik dalam hal sistem
penyusunan maupun materinya. Oleh sebab itu kami sangat berharap kritik dan
saran yang membangun guna mengembangkan pengetahuan kita bersama dan penunjang
lebih baik lagi untuk laporan selanjutnya dari pembaca khususnya kepada dosen
pengampu.
Akhir kata, semoga laporan ini bermanfaat
bagi semua pihak.
Malang, 19 Juni 2013
Tim Penyusun,
BAB I
PENDAHULUAN
A. IDENTITAS PESERTA DIDIK
-
Nama :
WRT
Jenis Kelamin : Perempuan Kelas : IV / MI
-
Nama :
IN
Jenis Kelamin : Perempuan
Kelas :
IX / MTs
-
Nama :
HA
Jenis Kelamin : Perempuan
Kelas :
IX / MTs
B. TUJUAN OBSERVASI
Adapun tujuan observasi ini dilakukan
adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui pendapat dan tanggapan siswa mengenai
kesulitan dan pemaham siswa terhadap mata pelajaran matematika dengan model
pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru.
C. HASIL OBSERVASI PESERTA DIDIK
Dari hasil observasi yang kami lakukan dua
dari ketiga siswa ini memiliki kesamaan terhadap mata pelajaran matematika
namun lemah dalam kemampuan bahasa, satu lainnya lebih lemah dengan kemampuan
menghitung namun memiliki kemampuan dalam bahasa.
Dalam metode pembelajaran guru gunakan,
ketiganya memiliki kesamaan lebih faham dan lebih suka pada cara mengajar guru yang memiliki kepribadian
lebih pengertian dan penyabar. Hal yang mereka rasakan ketika tidak memahami
penjelasan guru adalah ketika guru menjelaskan dengan intonasi yang cepat,
ketika guru tidak menguasai kelas sehingga siswa merasa bosan dan ketika siswa
tidak minat pada mata pelajaran tersebut.
BAB II
TEORI PERKEMBANGAN
Piaget tidak banyak menulis tentang
pendidikan, namun dia memberikan beberapa rekomendasi tentang inni. Pada
esensinya, seluruh filsafat pendidikannya mirip dengan Rousseau dan Montessori.
Bagi Piaget, belajar yang sebenarnya bukan sesuatu yang di turunkan oleh guru,
melainkan sesuatu yang berasal dari dalam diri anak sendiri, guru tidak
semestinya memaksakan pengetahuan kepada anak-anak, melainkan harus menemukan
materi-materi pelajaran yang bisa menarik dan menantang anak untuk belajar dan
kemudian membiarkan mereka menyelesaikanmmasalah-masalah yang dihadapi dengan
cara mereka sendiri.
Seperti
Rousseau dan Montessori, Piaget juga menekankan pentingnya pemeberian
instruksi yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan tertentu anak. Dia
setuju dengan prinsip umum yang dikembangkannya: pendidik harus menyadari
tingkat ketertarikan dan modebelajar anak berbeda-beda pada waktu yang berbeda.
Anak dengan permasalahan belajar pada
umunya mempunyai keterbelakangan yang besar dalam kemampuan berhitung dibanding
dengan teman-temannya sebaya. Di sampingi itu mereka juga tidak dapat
menerapkan pengertian yang mereka miliki pada permasalahan berhitung yang
mereka hadapi.
Menurut Rourke ada dua macam anak dengan
permasalahn berhitung. Perbedaan keduanya didasarkan pada abnormalitas
neuro-psikologi. Kelompok I mempunyai permasalah membaca dan mengeja kata-kata
sedangkan kelompok II hanya mempunyai permasalahan berhitung saja. Rourke
menginterpretasi perbedaan dalam prestasites itu sebagai petunjuk adanya
penyebab neuro psikilogis yang berbeda dan yang sudah dibawa sejak lahir.
Selanjutnya menurut Rourke ada petunjuk bahwa orang yang mempunyai ciri-ciri
seperti kelompok II juga mempunyai permasalahan penyesuaian sosiala yang
mepunyai sebab neuro psikologis yang sama.
BAB III
PEMBAHASAN
Berdasarkan teori perkembangan siswa yang
kami observasi memiliki perkembangan yang abnornamalitas neuro-psikologis,
terlihat ketika terdapat perbedaan antara ketiganya, mereka sama-sama mengalami
neuro-psikologis namun penyebabnya yang menjadi berbeda.
Pada umumnya mereka memiliki kecerdasan
kognitif yang lahir dalam diri sendiri, namun menurut piaget kecerdasan itu
juga perlu adanya intruksi, supaya kemampuan mmereka terasah dengan baik.
Seperti pada objek observasi kami, mereka akan mengerjakan tugasnya atau mereka
akan mendengarkan penjelasan guru ketika guru tersebut peduli. Sehingga bagi
pengajar atau guru perlu adanya pemahaman terhadap latar belakang peserta didik
/ muridnya supaya dapat memudahkan dalam memilih metode pengajaran yang tepat
dan hal itu dapat meminimalisir ketidakpemahan murid. Seperti yang telah kami
teliti, bahwa murid cenderung melihat bagaimana dan seperti apa model
pengajaran yang guru gunakan, sehingga mereka dapat menerima materi pelajaran
dengan sempurna.
Tidak hanya pada metode pengajaran tetapi
juga tingkat kepekaan atau kepedulian baik pengertian maupun kesabaran perlu
ditingkatkan ketika menghadapi perserta didik, karena dilihat dari hasil
observasi kami, murid lebih suka dan akan mengikuti kegiatan belajar mengajar
dengan baik kepada guru yang memiliki kepribadian dengan tingkat kesabaran
lebih banyak dan murid lebih mengabaikan kegiatan belajar mengajar dari guru
yang memiliki kepribadian lebih mudah terbawa emosi dan cenderung mengabaikan
peserta didiknya.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
a. Kesimpulan
Dalam pembahasan diatas dapat kita ketahui
bahwa seorang siswa butuh kepedulian dan bantuan pendidiknya untuk pertumbuhan
dan perkembangannya. Mengacu pada kesulitan belajar yang mereka hadapi tidak
begitu kompleks karena tidak ada kekurangan fisik yang mereka alami, hanya saja
faktor eksternal seperti kurangnya bimbingan dari guru yang menjadikan mereka
terkesan kurang tingkat kecerdasannya.
Kepedulian guru terhadap latarbelakang yang
dimiliki siswa masih perlu diperhatikan lagi, karena murid lebih faham terhadap
materi yang disampaikan guru yang lebih memahami peserta didiknya
b. Saran
Hendaklah guru lebih mengenal peserta
didiknya dengan baik, supaya dapat memberikan materi pelajarannya tepat dan
sesuai dengan peserta didiknya.
DAFTAR PUSTAKA
Monks. F.J dkk. Psikologi Perkembangan.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2002. Cet. 14.
Crain, William. Teori Perkembangan (Konsep dan
Aplikasi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007. Cet. 1. Eds Terjemah.
Desmita. Psikologi Perkembangan. Bandung:
PT.Remaja Rosdakarya. 2006. Cet. 2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar