السلام عليكم

Rabu, 18 Juni 2014

Laporan Observasi Anak Didik





Logo_UIN_Maulana_Malik_Ibrahim_Malang.jpg
 
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
TAHUN AJARAN 2013 / 2014



Laporan Observasi Kesulitan Belajar Siswa
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Perkembangan



Dosen Pembimbing:
Muallifah, S.Psi. M.A




Oleh: 

ADIBATUL UNTSI                      (12330023)






16 Maret 2014





Kata Pengantar

Puji syukur kami ucapkan atas rahmat dan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa, karena telah memberikan kemudahan dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan Psikologi Perkembangan, yang bertujuan untuk mengetahui kesulitan dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran matematika.
Adapun laporan  ini  kami  susun  guna  memenuhi  persyaratan nilai tugas akhir semester dalam  mata  kuliah  Psikologi  Perkembangan  di  Fakultas  Psikologi  Universitas  Sumatera Utara.
Dalam laporan ini kami membahas hasil observasi kami terkait dengan kesulitan belajar siswa jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Terima  kasih kami  ucapkan  kepada  dosen  pembimbing  karena  telah  memberikan  kami  tugas  sehingga  menambah  pengetahuan kami  mengenai hal di atas  .
Kami selaku penyusun sadar akan ketidaksempurnaan dan kekurangan dalam laporan ini baik dalam hal sistem penyusunan maupun materinya. Oleh sebab itu kami sangat berharap kritik dan saran yang membangun guna mengembangkan pengetahuan kita bersama dan penunjang lebih baik lagi untuk laporan selanjutnya dari pembaca khususnya kepada dosen pengampu.
Akhir kata, semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak.


Malang, 19 Juni 2013

                                                                                   
Tim Penyusun,








BAB I
PENDAHULUAN

A.    IDENTITAS PESERTA DIDIK

-          Nama                           : WRT
Jenis Kelamin              : Perempuan 
 Kelas                           : IV / MI
-          Nama                           : IN
Jenis Kelamin              : Perempuan
Kelas                           : IX / MTs
-          Nama                           : HA
Jenis Kelamin              : Perempuan
Kelas                           : IX / MTs

B.     TUJUAN OBSERVASI
Adapun tujuan observasi ini dilakukan adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui pendapat dan tanggapan siswa mengenai kesulitan dan pemaham siswa terhadap mata pelajaran matematika dengan model pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru.


C.    HASIL OBSERVASI PESERTA DIDIK
Dari hasil observasi yang kami lakukan dua dari ketiga siswa ini memiliki kesamaan terhadap mata pelajaran matematika namun lemah dalam kemampuan bahasa, satu lainnya lebih lemah dengan kemampuan menghitung namun memiliki kemampuan dalam bahasa.
Dalam metode pembelajaran guru gunakan, ketiganya memiliki kesamaan lebih faham dan lebih suka pada  cara mengajar guru yang memiliki kepribadian lebih pengertian dan penyabar. Hal yang mereka rasakan ketika tidak memahami penjelasan guru adalah ketika guru menjelaskan dengan intonasi yang cepat, ketika guru tidak menguasai kelas sehingga siswa merasa bosan dan ketika siswa tidak minat pada mata pelajaran tersebut.


BAB II
TEORI PERKEMBANGAN

Piaget tidak banyak menulis tentang pendidikan, namun dia memberikan beberapa rekomendasi tentang inni. Pada esensinya, seluruh filsafat pendidikannya mirip dengan Rousseau dan Montessori. Bagi Piaget, belajar yang sebenarnya bukan sesuatu yang di turunkan oleh guru, melainkan sesuatu yang berasal dari dalam diri anak sendiri, guru tidak semestinya memaksakan pengetahuan kepada anak-anak, melainkan harus menemukan materi-materi pelajaran yang bisa menarik dan menantang anak untuk belajar dan kemudian membiarkan mereka menyelesaikanmmasalah-masalah yang dihadapi dengan cara mereka sendiri.
Seperti  Rousseau dan Montessori, Piaget juga menekankan pentingnya pemeberian instruksi yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan tertentu anak. Dia setuju dengan prinsip umum yang dikembangkannya: pendidik harus menyadari tingkat ketertarikan dan modebelajar anak berbeda-beda pada waktu yang berbeda.
Anak dengan permasalahan belajar pada umunya mempunyai keterbelakangan yang besar dalam kemampuan berhitung dibanding dengan teman-temannya sebaya. Di sampingi itu mereka juga tidak dapat menerapkan pengertian yang mereka miliki pada permasalahan berhitung yang mereka hadapi.
Menurut Rourke ada dua macam anak dengan permasalahn berhitung. Perbedaan keduanya didasarkan pada abnormalitas neuro-psikologi. Kelompok I mempunyai permasalah membaca dan mengeja kata-kata sedangkan kelompok II hanya mempunyai permasalahan berhitung saja. Rourke menginterpretasi perbedaan dalam prestasites itu sebagai petunjuk adanya penyebab neuro psikilogis yang berbeda dan yang sudah dibawa sejak lahir. Selanjutnya menurut Rourke ada petunjuk bahwa orang yang mempunyai ciri-ciri seperti kelompok II juga mempunyai permasalahan penyesuaian sosiala yang mepunyai sebab neuro psikologis yang sama.






BAB III
PEMBAHASAN

Berdasarkan teori perkembangan siswa yang kami observasi memiliki perkembangan yang abnornamalitas neuro-psikologis, terlihat ketika terdapat perbedaan antara ketiganya, mereka sama-sama mengalami neuro-psikologis namun penyebabnya yang menjadi berbeda.
Pada umumnya mereka memiliki kecerdasan kognitif yang lahir dalam diri sendiri, namun menurut piaget kecerdasan itu juga perlu adanya intruksi, supaya kemampuan mmereka terasah dengan baik. Seperti pada objek observasi kami, mereka akan mengerjakan tugasnya atau mereka akan mendengarkan penjelasan guru ketika guru tersebut peduli. Sehingga bagi pengajar atau guru perlu adanya pemahaman terhadap latar belakang peserta didik / muridnya supaya dapat memudahkan dalam memilih metode pengajaran yang tepat dan hal itu dapat meminimalisir ketidakpemahan murid. Seperti yang telah kami teliti, bahwa murid cenderung melihat bagaimana dan seperti apa model pengajaran yang guru gunakan, sehingga mereka dapat menerima materi pelajaran dengan sempurna.
Tidak hanya pada metode pengajaran tetapi juga tingkat kepekaan atau kepedulian baik pengertian maupun kesabaran perlu ditingkatkan ketika menghadapi perserta didik, karena dilihat dari hasil observasi kami, murid lebih suka dan akan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik kepada guru yang memiliki kepribadian dengan tingkat kesabaran lebih banyak dan murid lebih mengabaikan kegiatan belajar mengajar dari guru yang memiliki kepribadian lebih mudah terbawa emosi dan cenderung mengabaikan peserta didiknya.











BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

a.     Kesimpulan
Dalam pembahasan diatas dapat kita ketahui bahwa seorang siswa butuh kepedulian dan bantuan pendidiknya untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Mengacu pada kesulitan belajar yang mereka hadapi tidak begitu kompleks karena tidak ada kekurangan fisik yang mereka alami, hanya saja faktor eksternal seperti kurangnya bimbingan dari guru yang menjadikan mereka terkesan kurang tingkat kecerdasannya.
Kepedulian guru terhadap latarbelakang yang dimiliki siswa masih perlu diperhatikan lagi, karena murid lebih faham terhadap materi yang disampaikan guru yang lebih memahami peserta didiknya

b.    Saran
Hendaklah guru lebih mengenal peserta didiknya dengan baik, supaya dapat memberikan materi pelajarannya tepat dan sesuai dengan peserta didiknya.

















DAFTAR PUSTAKA

Monks. F.J dkk. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2002. Cet. 14.
Crain, William. Teori Perkembangan (Konsep dan Aplikasi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007. Cet. 1. Eds Terjemah.
Desmita. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya. 2006. Cet. 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar